Banggal Tumang do Holong-MU (Hal 343)

(Ind., Sangat Besar Anugrahnya; INg, Amazing Grace)

bio_JohnNewtonPernah kapal yang ditumpangi oleh John Newton ditimpa badai yang dahsyat. Dari jam tiga pagi sampai tengah hari terus-menerus ia harus memompa untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam kapal itu. Berselang hanya satu jam istirahat, ia pun harus memegang roda pengemudi.

Di tengah-tengah pengalaman yang mengerikan itu, mulailah dia memikirkan masa lampau dan masa depan. Ia telah mendapat sebuah buku tentang kekristenan. Kini ia mulai membaca isinya dengan lebih bersungguh-sungguh. Akhirnya ia bertobat dan menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

Pada umur 25 tahun John Newton menikah. Pada umur 29 tahun ia sakit keras, dan menganggap penyakitnya itu sebagai suatu kesempatan untuk membebaskan diri dari karier di kapal laut. Maka ia menerima jabatan baru sebagai pegawai douane di sebuah pelabuhan besar. Malam-malam ia pun banyak membaca buku, mengejar pendidikan yang tak sempat diterimanya dulu. Dan lebih daripada semuanya, ia pun mempelajari Kitab Suci.

Lambat laun insaflah John Newton bahwa Tuhan sedang memanggil dia untuk menjadi pendeta. Tetapi maukah para pengurus Gereja Inggris menerima seorang bekas penjahat? Tentu saja mereka tidak mau. Berkali-kali lamarannya ditolak. Akhirnya pada umur 39 tahun John Newton jadi ditahbiskan, dan dikirim menjadi pendeta dari sebuah gereja desa yang kecil.

Giat sekali pekerjaannya sebagai gembala sidang! Lain daripada kebanyakan pendeta Gereja Inggris pada zamannya itu, ia sungguh prihatin terhadap keadaan semua anggota jemaatnya, termasuk rakyat kecil. Ia pun menjalankan berbagai bagai usaha untuk mempe baiki nasib mereka.

Antara lain, Pendeta Newton menemani sebuah keluarga yang sedang merawat seorang yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. Dengan belas kasihan ia turut membimbing William Cowper, si pasien itu. (Lihatlah pasal 4 dari buku ini.) Bersama-sama dengan William Cowper, John Newton mulai mengarang sebuah buku nyanyian pujian. Tetapi William Cowper hanya sempat mengerjakan 68 syair, karena sakit jiwanya kambuh lagi.

Terpaksa Pendeta Newton sendirian gigih bekerja terus. Dengan tugas-tugasnya yang lain, ia sering hanya sempat menulis satu lagu per minggu. Akhirnya ia menghasilkan 280 lagu, yang digabungkan dengan 68 lagu hasil karya William Cowper, dan diterbitkan pada tahun 1779.

Salah satu lagu itu sungguh merupakan kesaksian hidup John Newton. Hanya anugerah Tuhan yang sangat besar itulah yang telah menyelamatkan dia dari menjadi seorang penjahat seumur hidup.

Sumber: Sabda.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s